Image of Politik Primoridialisme Dalam Pemilu di Indonesia

Book

Politik Primoridialisme Dalam Pemilu di Indonesia



Buku ini secara khusus memaparkan politik primordialisme. Bentuk politik primordialisme dalam pengelolaan politik dan pemerintahan melalui penguatan basis indentitas. Basis identitas yang paling banyak hadir dalam pengisian calon legislatif maupun pengisian dan penempatan aparat birokrasi berdasarkan etnis, tra keluarga maupun status sosial. Basis pertama adalah politisasi etnis. Politisasi etnis dalam pengisian jabatan pemerintahan sangat kental terasa seiring dengan menguatnya isu putra daerah. Di beberapa daerah di luar jawa sangat paham betul bagaimana `mengkapitalisasi' identitas etnis dalam rangka menempatkan golongannya dalam jabatan struktural di pemerintahan. Implikasi dari proses politik sepertinya berujung pada homogenisasi wajah birokrasi di tingkat lokal. Selain politisasi etnis yang berjalan massif, basis kedua dari politik primordialisme adalah politik kekerabatan yang semakin menguat dalam pemilihan kepala daerah secara langsung. Wajah politik lokal di Indonesia sedang diramaikan dengan kehadiran anak, istri, dan saudara dalam panggung politik lokal. Proses sirkulasi elit semacam ini sangat kental terjadi. Karena itu, tidak salah apabila dikatakan bahwa panggung politik lokal adalah mirip dengan arisan keluarga. Proses politik kekerabatan akan terus terjadi, baik dalam pengisian kepala daerah maupun dalam tubuh birorasi daerah. Basis ketiga dari primordialisme adalah strata sosial. Strata sosial yakni kaum bangsawan dan bukan bangsawan 'mencuri' perhatian bagi pengamat politik dan pemerintahan. Mengapa? Karena dalam pertarungan memperebutkan kepala daerah, anggota legislatif maupun pengisian dan penempatan birokrasi selalu di-perebutkan dua golongan ini. Dalam konteks suku Makassar golongan bangsawan yang biasa disebut karaeng selalu berhadapan dengan golongan daeng dalam banyak hal. Dua golongan ini saling menaklukkan untuk menjadi dominan dalam arus penguasaan politik dan pemerintahan di daerah Jeneponto. Tidak berhenti sampai di sini. Bagian lain dari politik primordialisme yang perlu dicermati adalah politisasi adat yang dilakukan elit lokal dalam ruang politik. Semua basis politik primordialisme ini menjadi sangat penting dalam konteks pembicarakan keberlangsungan dan keberlanjutan politik kita. Karena itu, ke depan penguasaan basis-basis politik primordialisme akan terus terjadi dalam kerangka memperebutkan kekuasaan, baik di legislatif, kepala daerah maupurt di tubuh birokrasi


Ketersediaan

B00116435323.6 MUH pRack 4Tersedia
B00116436323.6 MUH pRack 4Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
323.6 MUH p
Penerbit UB Press-Malang : Malang.,
Deskripsi Fisik
i-xx + 310 hal, 15,5 cm x 23,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-203-741-5
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this